![]() |
Daya Saing Furniture RI Makin MelemahJakarta: Pengusaha menilai izin ekspor bahan baku produk furniture terutama rotan mulai melemahkan daya saing produk sejenis dari Indonesia di pasar internasional.
Posted on February 21, 2008 | 2 comments
Alexander V. Popov, Perwakilan Dagang Federasi Rusia, mengatakan produk furniture yang dihasilkan negara importir bahan baku dari Indonesia saat ini mulai menekan daya saing komoditas sejenis. “Saya piker ekspor bahan baku furniture itu mulai menyulitkan orang seperti saya [sebagai importir produk furniture dari Indonesia] . Furniture China masih lebih murah dengan kualitas yang kadang seimbang,” katanya di Jakarta, kemarin. Dia menjelaskan hal itu seusai pertemuan bisnis bidang perdagangan dan investasi Indonesia-Russia Business Forum. Popov mengklaim sudah 10 tahun mendatangkan sitting furniture dari Indonesia diantaranya dari Jepara. Furniture dari Indonesia, sambungnya, masih mendapatkan banyak tempat di mata konsumen Russia. Namun, furniture dari China mulai menjadi alternative di negaranya. Padahal, kata Popov, bahan baku furniture dari China itu sebagian besar berasal dari Indonesia. Peluang ekspor furniture ke Russia sempat dilontarkan Sekretaris Eksekutif Asosiasi Mebel dan Industri Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jawa Timur Chilman Suadi beberapa waktu lalu. Ekspor produk mebel rotan ke Russia, katanya, menjadi kompensasi penurunan daya serap pasar Jepang dan Amerika Serikat a.l disebabkan biaya angkutan kapal laut ke kawasan tersebut. (Bisnis, 25 Juli) “Kalangan produsen mebel rotan di Jatim mampu memenuhi kebutuhan pembeli di Russia, tetapi pengirimannya ke Negara itu terkendala tingginya biaya angkutan kapal laut, sehingga harga jualnya menjadi tinggi,” katanya. Popov mengatakan jumlah bea masuk, biaya pengiriman, dan jaminan kualitas produk furniture sampai di pelabuhan bongkar di Russia menjadi masalah pengiriman komoditas dari Indonesia itu. Bea Masuk Untuk produk sitting furniture dari Indonesia, ujar dia, Russia menetapkan bea masuk sekitar 15%. Menurut dia, bea masuk itu lebih renda dari ketentuan yaitu 20% karena Indonesia masih dikategorikan negara berkembang yang butuh keringanan. “Namun keringanan itu tidak diberikan secara otomatis. Produk itu mesti dilampiri sertifikat khusus yang dikeluarkan perdagangan setempat, baru mendapat discount import tax sekitar 25% dari tariff normal 20%,” katanya. Total kewajiban yang harus ditanggung eksportir ke Russia untuk produk itu mencapai 18%. Dia melanjutkan biaya transportasi sampai pelabuhan di Russia cenderung naik dar US$6.300 per container pada Juni menjadi US$8.300 per container pada Agustus. Kenaikan biaya pengapalan itu, kata Popov, disebabkan permintaan pengiriman yang tinggi sedangkan armada yang tersedia masih terbatas. ”Jadi kecenderungannya naik terus,” katanya. Komentar
Tulis KomentarDirectory Listingacls online renewal (12/20/2011)ACLScertification.com is the leading online acls certification and recertification provider in the world. Simply call 1-800-448-2078 to register today for your acls renewal or certification. A QA Furniture/QA Furniture Com (12/08/2011)About Us/A QA Furniture/www.qafurniture.com. Welcome to our Website: www.qafurniture.com. We are Quality Furniture Manufacturer and Exporter since 1990 ... Airport limo Toronto (12/08/2011)Toronto Airport transportation is one of the best Airport Taxi Toronto service. Airport limo Toronto is first class transportation service from Toronto & Pearson. Dubai tour Package (12/08/2011)Dubai tour Package - Discover the beauty of Dubai with Dubai tour package with lot of adventure liu (12/08/2011)Hitop Motivation WordsSaya akan terus mencoba, mencoba, dan mencoba lagi, sampai saya dapat memperoleh apa yang saya hasratkan. |
SponsorLatest Blog EntriesRecent Responses |