Globalisasi VS Kepentingan Nasional

Apakah Indonesia siap menghadapi globalisasi Negara maju yang akan dilaksanakan 2010 dan Negara berkembang 2020? Pasti ada dampaknya ke Indonesia, globalisasi negara maju 2010. Indonesia bisa kecipratan untung terbawa dengan globalisasi negara maju, karena negara-negara maju tersebut akan berkompetisi mendapatkan barang/jasa yang murah. Indonesia bisa masuk mensuplai kebutuhan tersebut. Tapi bisa jadi Indonesia jadi terpuruk, karena negara berkembang lainnya yang ambil kesempatan. Oleh karena itu sebaiknya sudah direncanakan Free Trade Agreement (FTA) dengan beberapa negara maju mulai dari sekarang. Seperti yang dilakukan Malaysia, membuat FTA dengan Jepang di bidang otomotif. Yang berarti Malaysia yang mensuplai kebutuhan spare part otomotif untuk dirakit di Jepang. Contoh lainnya, FTA antara Chile dan China, di suplai bahan baku tembaga selama 15 tahun. Indonesia dengan negara mana? Jangan sampai Indonesia membuat FTA dengan China di segala bidang. Karena Indonesia jadi pasar yang empuk untuk barang-barang China. Dan produk asli Indonesia akan hancur, karena penyelundupan bahan baku ke China.

Menanggapi keputusan nomor 355/MPP/Kep/5/ 2004 tentang pengaturan ekspor rotan yang tidak mencapai apa yang diharapkan pemerintah. Yaitu memajukan daerah produksi budidaya rotan mentah, sepertinya tidak tercapai. Malahan pemerintah yang tertipu dengan banyaknya rotan mentah selundupan untuk dijual ke Cina, Taiwan, dan Filipina tanpa harus membayar pajak ekspor. Mungkin sudah selayaknya pemerintah merevisi kembali Kepmen tsb. Dampak dari pencabutan Kepmen itu bisa untuk meningkatkan kinerja perusahaan di daerah penghasil rotan mentah untuk merubah produk mentahnya menjadi produk jadi. Dan memiliki dampak yang besar terhadap pengurangan pengangguran di Indonesia, karena pengrajin rotan bukan hanya ada di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra saja, banyak juga di pulau Jawa. Ada beberapa kota pengrajin rotan di Jawa, adalah sbb: Surabaya, Gresik, Solo, Sukoarjo, Cirebon, dan beberapa kota lainnya.Jika dianalisis, penyebab utama melemahnya kinerja ekspor Indonesia antara lain adalah karena peningkatan persaingan dengan RRC dan Vietnam. Namun demikian, hal tersebut lebih disebabkan karena faktor-faktor di dalam negeri.

Untuk meningkatkan ekspor dan menyerap tenaga kerja, diperlukan strategi yang terpadu untuk menjaga kestabilan makro, memperbaiki prasarana, meningkatkan ketrampilan dan kapabilitas teknologi. Kebijakan proteksi sebaiknya dihindari, karena jika tidak diperhitungkan dampak keseluruhannya, hanya akan menguntungkan sektor dan pihak tertentu saja dan merugikan rakyat banyak, terutama yang tergolong dalam masyarakat perpendapatan rendah. Dari laporan yang dilakukan International Institute for Management Development (IMD), menurunkan peringkat Indonesia dari ke-59 dari 60 negara pada tahun 2005 menjadi ke-60 dari 61 negara pada tahun 2006. Ini menunjukkan bahwa posisi Indonesia mengalami pemburukan. Kondisi daya saing perekonomian kita, khususnya industri manufaktur, sudah berada pada tingkat yang sangat kritis sehingga butuh perhatian saksama. Yang masih terus berjaya adalah sektor-sektor jasa yang tak menghadapi pesaing dari luar negeri (non-tradable), seperti sektor telekomunikasi dan transportasi, listrik, air bersih, dan gas. Ironisnya, "kejayaan" mereka sebetulnya atas penderitaan sektor riil atau sektor tradable yang harus berjibaku dalam persaingan yang kian terbuka dan ketat dengan produk-produk negara lain, baik di pasar luar negeri maupun di pasar domestik. Mungkin lebih jelasnya pemerintah melepaskan produk andalannya ke globalisasi tanpa memperhitungkan kepentingan nasional. Saya kira negara maju sekaliber USA pun pasti mementingkan kepentingan nasional daripada urusan globalisasi. Tidak seperti Indonesia yang lebih mengabdi kepada kepentingan asing. Kapan Indonesia bisa ”menjajah secara ekonomi” ke negara lain?           

Daya saing produk Indonesia di dunia maya (internet) kurang begitu baik. Ini terlihat dari mesin pencari (search engines) dengan keyword produk unggulan Indonesia, ternyata yang berjualannya negara lain. Mungkin pemerintah harus lebih giat lagi dalam menjelaskan kegunaan internet. Menurut data, kenaikan pengguna internet  untuk negara Indonesia hanya 27% dari tahun lalu. Negara paling tinggi dalam melek internet adalah negara India dengan persentase dari tahun lalu sebesar 500%. Harusnya pemerintah mengerti sekali pentingnya internet untuk menunjang perekonomian semua sektor. Saya yakin sekali, majunya China karena ekspor yang didukung pemerintahnya dan Alibaba.com. Karena di Alibaba.com untuk mendapatkan peringkat tinggi, harus produk china dahulu, baru kemudian produk dari negara lain. Dan Alibaba.com memasang iklannya di televisi CNN. Apakah pemerintah Indonesia bisa seperti China yang membantu sekali kepada eksportir? Ada TradeWorld.com, Export-Import-Indonesia.com, dll, semuanya milik orang Indonesia.

Apakah pemerintah mau membantu? Di pasar dalam negeri sendiri saja, produk-produk Indonesia ini sudah babak belur dalam persaingan dengan produk-produk China, baik yang masuk secara resmi ataupun selundupan. Jadi, bagaimana mereka bisa bersaing di pasar regional atau global yang lebih terbuka? Akibat maraknya penyelundupan rotan mentah ke negara-negara pesaing, seperti Cina, Taiwan, dan Filipina, industri rotan dalam negeri di ambang kehancuran. Bagaimana pula tidak grogi berhadapan dengan China, jika di produk-produk yang jelas-jelas Indonesia punya keunggulan komparatif, 90% rotan dunia berasal dari Indonesia, juga dilibas oleh China, termasuk di kandang kita sendiri? Sebut contoh, produk mebel, termasuk rotan. Ironisnya, industri milik China itu ditopang dengan bahan baku impor atau selundupan dari Indonesia.             

Dampak maraknya penyelundupan rotan itu kini sudah terasa. Karena membeli rotan hasil selundupan yang tidak dikenai pajak, "importir" atau pembeli rotan ilegal di China, Vietnam, Filipina, dan Taiwan, bisa mendapatkan rotan dengan harga murah. Berbekal bahan baku murah, perajin-perajin rotan di China, Taiwan, Vietnam, dan Filipina, bisa menjual produk rotan sekitar 30-40 persen lebih murah dibandingkan dengan harga yang dijual perajin Indonesia. Keterpurukan industri manufaktur semakin parah karena aturan main tak ditegakkan atau tak menerapkan aturan lain yang sepatutnya. Pemerintah yang seharusnya melindungi produsen dalam negeri yaitu dengan mencabut kepmen 355/MPP/Kep/5/ 2004. Walaupun berita bahwa ekspor Indonesia akan mencapai rekor tertinggi mencapai US$ 100 Milliar pada akhir tahun, menurut saya pasti datangnya dari sektor migas, transportasi, dll bukan dari manufaktur mebel.            

Bagaimana pun juga produk bagus jika tidak ditunjang dengan marketing yang kuat tidak akan terjadi penjualan yang signifikan. Oleh karena sekarang jamannya internet, sudah seharusnya eksportir-eksportir beralih ke sistem marketing lewat internet. Daftarkan website anda di Export-Import-Indonesia.com dan TradeWorld.com.

Buyer-buyer sekarang memeriksa dulu di internet sebelum mengunjungi perusahaan yang dituju. Walaupun dukungan pemerintah untuk manufaktur mebel di Indonesia kurang, marilah kita manfaatkan sebaik-baiknya teknologi internet untuk menunjang penjualan produk di era globalisasi ini. Mudah-mudahan dengan tulisan ini, BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional) bisa berubah untuk lebih aktif memberikan masukan kepada pemerintah agar produk-produk Indonesia bisa menguasai dunia, dengan kekayaan alam Indonesia, 90% rotan dunia dari hutan Indonesia. Seharusnya pemerintah bangga bahwa ada produk yang bahan bakunya 100% dari Indonesia dan tidak dimiliki oleh negara lainnya.
Posted on February 06, 2008 | 1 comments

Komentar

Anung wakhid (February 10, 2008 19:40)
Waktunya sekarang bukan lagi.. Mencoba dan mencoba lagi strategi yang sudah di tetapkan pemerintah Indonesia dalam pasar global. Tapi harus merubah dengan strategi yang benar-benar baru.. Semoga dengan Export-Import-Indonesia.com dan TradeWorld.com indonesia lebih lagi di kenal di pasar International..
 

Tulis Komentar

Nama Anda :


Email :
(wajib diisi, tapi tidak dipublikasi)

Website :
(jika ada)

Komentar Anda :


Kode Input :
Masukkan Kode Input :

Directory Listing

acls online renewal (12/20/2011)

ACLScertification.com is the leading online acls certification and recertification provider in the world. Simply call 1-800-448-2078 to register today for your acls renewal or certification.
http://www.aclscertification.com

A QA Furniture/QA Furniture Com (12/08/2011)

About Us/A QA Furniture/www.qafurniture.com. Welcome to our Website: www.qafurniture.com. We are Quality Furniture Manufacturer and Exporter since 1990 ...
http://site.qafurniture.com

Airport limo Toronto (12/08/2011)

Toronto Airport transportation is one of the best Airport Taxi Toronto service. Airport limo Toronto is first class transportation service from Toronto & Pearson.
http://www.thetorontolimo.com/

Dubai tour Package (12/08/2011)

Dubai tour Package - Discover the beauty of Dubai with Dubai tour package with lot of adventure
http://www.dubaitourismpackages.co.in

liu (12/08/2011)

Hitop
http://www.0769ai.com

Motivation Words

Yang terpenting bukanlah berapa lama kita bekerja, tetapi apa yang kita kerjakan di sepanjang waktu yang lama itu.

Sponsored Sites



Forum Indonesia Menggugat
Customer Support
Customer Support EII


4 visitors online

  eXTReMe Tracker We accept Paypal BCA