BBM Naik, Biaya Trucking Juga Naik
Saya pernah membaca di salah satu harian surat kabar ternama, bahwa bisnis ekspor tidak terpengaruh oleh BBM naik. Wah...saya sebagai eksportir merasa harus membetulkan hal ini. Dengan harga BBM naik, ongkos produksi pun naik, ditambah biaya trucking menuju pelabuhan, bahkan ongkos punglipun naik. Kemungkinan terjadi bahwa daya saing dari produk Indonesia menurun, karena harga jual naik minimal 10%. Kalau saja Rupiah mencapai 9500-9800 mungkin kenaikkan tidak akan terjadi, tetapi pemerintah menahan laju rupiah, walaupun harus mengorbankan cadangan devisa negara. Produk ekspor yang paling terkena dampak dari kenaikkan BBM adalah produk yang masih menggunakan tangan atau kerajinan tangan. Berbeda dengan produk hasil bumi yang masih bisa bertahan karena terdongkrak dengan harga minyak dunia. Mudah-mudahan biaya komponen lainnya tidak naik, cukup biaya trucking dan produksi saja, tidak sampai biaya dokumen lainnya pun naik. Mudah-mudahan.......
Posted by Tonton Taufik on May 29, 2008 | 2 comments
Komentar
Alimun Bidatisudur (Ali) (June 03, 2008 21:05) Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik. Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.
Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat
Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???
Mengapa???
Lha......, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.
Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.
Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan
Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah....
Maunya segalanya dituruti.....
BBM Murah....
Pendidikan murah bahkan gratis....
Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll).....
Bebas penyakit....
Bebas gizi buruk .....
Jalan tidak berlubang......
Trus, pikirlah dg jernih.... Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???. Maka negara perlu uang (pendapatan)
Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif
Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang.....
Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju
Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???....
Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???
Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain. Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro....
Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan). Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.
Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.
Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.
Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga pendapatannya naik....
Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta...
Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi....
Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan.....
Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu....
Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya....
Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah. Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini | Tonton (June 04, 2008 07:39) Betul pak, pada akhirnya mekanisme pasar yang terjadi. Harga jual produk ekspor juga akan naik. Hari ini Rupiah menyentuh 9400/dollar. Jadi mudah2an posisi kesetimbangan akan cepat terjadi. Dan mudah2an negara lain juga naik harga jual produknya, agar harga jual produk indonesia masih memiliki daya saing.
Yang saya komentari adalah tulisan di surat kabar bahwa bisnis ekspor tidak terpengaruh kenaikan BBM itu saja.
Jadi bukan tidak setuju tentang kenaikan BBM tapi tidak setuju kalau ada yang bilang kalau harga jual ekspor tidak terpengaruh kenaikkan BBM. |
Directory Listing
mobile phones and accessories, GPS, laptop, digital frame, LCD etc. http://www.kintechsz.com QSA Living is a manufacturer of contemporary, modern and minimalist home furniture for bedroom, living room and dining room http://www.aqsaliving.com Navyroof.com (UK) Ltd. is an independent property investment company dedicated to delivering the best property investments in India which maximize return on investment for our clients. Invest in the Indian property boom today. http://www.navyroof.com We provide many kinds of wholesale candles with cheap price include pillar candles, votive candles, taper candles, and tea-light candles. http://www.candle-supplies.biz We provide broad range rubber product types & rubber compound, which will be a solution to many industries. We also welcome on your customized rubber product requirement. http://www.industrikaret.com
Motivation Words
"Jika Anda ingin meningkatkan keberhasilan Anda, maka jangan
ragu untuk meningkatkan kegagalan Anda!."
|
Customer Support
 9 visitors online
|