![]() |
Dua Menteri Siapkan Insentif Industri HilirMenteri Keuangan Agus Martowardojo dan Menteri Perindustrian MS Hidayat sepakat untuk mendorong tumbuhnya industri di sektor hilir. Untuk itu, dua menteri Kabinet Indonesia Bersatu II ini akan memberikan insentif dan disinsentif.
Posted on November 25, 2010 | 3 comments
Namun, MS Hidayat belum berani mengatakan kapan kebijakan itu akan diberlakukan. "Pokoknya segera, secepatnya akan diterapkan," kata Hidayat usai menggelar rapat koordinasi di Kementerian Keuangan, Jakarta. Sebelum kebijakan ini disetujui, menurut Hidayat, usulannya terlebih dahulu akan dikonsultasikan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Latar belakang diberikannya insentif dan disinsentif ini, Hidayat melanjutkan, adalah untuk mendorong industri hilir tumbuh lebih pesat. Hidayat mengusulkan insentif dan disinsentif ini karena merasa sedih dengan kegiatan industri sekarang yang lebih banyak mengekspor barang mentah. "Sekarang itu kami belum memproses, malah nilai tambahnya diberikan ke negara lain, contohnya margarin. Negara lain yang olah lalu diekspor lagi ke Indonesia. Ini nilai tambah sudah 10 kali lipat," kata Hidayat mencontohkan. Hidayat mengaku belum semua sektor akan diberikan insentif dan disinsentif. Tahap pertama yang diusulkan adalah sektor industri yang bergerak di bidang agrikultur. Selanjutnya pertambangan, hasil tambang, dan proyek petrokimia. "Sekarang yang akan kami usulkan adalah agrikultur, yakni untuk kepala sawit, kakao, dan karet. Bila ini diberikan maka di dalamnya akan ada puluhan sektor lagi," katanya. Komentar
Tulis KomentarDirectory Listingowner |
SponsorLatest Blog EntriesRecent Responses
|