Eskportir Mebel Rotan Terancam Bangkrut
Ekspor mebel rotan dari Cirebon terus merosot selama 2005-2009, atau sejak diberlakukannya kebijakan ekspor bahan baku rotan. Bertambahnya negara pesaing, yang bahan bakunya berasal dari Indonesia, berakibat mebel rotan Indonesia kehilangan pasar. Menurut Andiyanto, Ketua Program Kerja Gerbang Rotan Indonesia di Jawa Barat, Kamis (11/3), sejak 2005, jumlah ekspor mebel Cirebon turun sekitar 10-20 persen per tahun. Akibatnya, ekspor mebel rotan saat ini hanya tersisa 25 persen dari rata-rata ekspor per bulan yang dulunya sekitar 2.500-3.000 kontainer. "Sekarang ekspor mebel rotan hanya sekitar 600-800 kontainer per bulan. Dulu sebulan saya bisa mengekspor kursi rotan ke Amerika Serikat sampai 15 kontainer, tapi sekarang satu kontainer saja sulit," kata Andiyanto, yang juga memiliki pabrik rotan di Tegalsari, Cirebon. Sebelum 2005, pesaing mebel rotan Indonesia hanya China dan Malaysia. Namun, kini Vietnam, Thailand, bahkan Mesir mulai menjadi pesaing pasar. Hal ini menguntungkan importir yang cenderung memilih barang berharga murah dan rendah biaya operasional. Akibatnya, pasar mebel rotan Indonesia di Eropa dan AS mulai tergerus. Pabrik tutup Sementara itu, Soenoto, mantan Ketua Umum Asmindo, menilai, pemerintah tidak peduli dengan nasib industri mebel rotan dalam negeri. Itu karena melegalkan ekspor bahan baku rotan sama saja menghancurkan industri mebel dalam negeri. "Itu sama saja memberi peluru kepada musuh. Lama-lama, industri rotan Indonesia akan mati," ujar Soenoto. Pengusaha mebel rotan di Cirebon menganggap ekspor rotan mentah lebih banyak ruginya. Pengurus Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia Cirebon Badrudin mengatakan, akibat kebijakan itu, sedikitnya sudah ada 57 pabrik rotan tutup, ratusan pabrik rotan kesulitan order, dan 50.000 tenaga kerja pabrik rotan bernasib tidak jelas. http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/12/11323649/Rotan.Cirebon.Kehilangan.Pasar.Ekspor
Posted on March 21, 2010 | 12 comments
Komentar
sentuhan ajaib (October 27, 2011 21:29) eksportir kembalilah ketanah bumi kartini Jepara | Grandi Yusuf (April 07, 2010 05:27) Saya juga bingung ama pemerintah, kok santai2 aja sih ngeliat eksport kita menurun drastis. padahal klo disetarakan dengan cina, kita tidak ada kalah2nya... | Winsen (April 20, 2010 07:23) dukung gerakan anti export bahan baku | putri (May 23, 2010 23:07) masalahnya saya juga bingung apa yang dipermasalahkan...!! | Riferson (June 12, 2010 02:50) kalau bisa cari solusinya,,
http://rifersons06.student.ipb.ac.id | Koje (June 12, 2010 02:50) kasihan petani kta,,, | ichsan (July 05, 2010 01:54) Pemerintahan kita sekarang masih berstatus perseorangan dan atau golongan, belum bisa disebut Pemerintahan yang memayungi rakyatnya, akan tetapi Pelaksana Pemerintah pun belum diberikan gajih yang layak? Siapa yang mau bantu ini! Apa tunggu proses menuju perbaikan kalau tidak dimulai dari sekarang? | tomy gutomo (July 27, 2010 09:13) seharusnya pemerintah memikirkan hal tsb. apalagi ditetapkannya global warning utk furniture berbahan baku dari kayu hrs di kurangi. rotan salah satu penggantinya. sy pribadi seorang teknik lingkungan dan 11 thn sbgi production manager furniture rotan sangat iba dgn hal tsb. | Travel Bandung Cirebon (July 17, 2011 15:59) kalau tentang kontan, mungkin importir china bayar kontan, dibantu pemerintahnya, buat ngeruk hasil bumi indonesia. kalau jujur atau tidaknya, importir juga ada yang tidak jujur, di dunia ini, ada 2: jahat dan baik. jadi hati-hati saja dalam berdagang. saya yakin byk eksportir indonesia, surabaya, cirebon, gresik, sukoharjo, byk pengusaha jujurnya. | H.SOLIKHIN (October 31, 2011 10:41) KITA sudah terjangkit penyakit lupa ,kiranya.
Dulu waktu kita stop bahan baku semua bisnis yang menyangkut rotan tumbuh , ketika kita buka lagi kran eksport bahan baku, semua terpuruk, ada orang berusaha hidup dengan membuat furniture eceng gondok , pelepah pisang, seagras , plastik , diputer bahasa , dituduh mematikan minat terhadap rotan asli, gemanaa sih ? kok di balik -balik
ada lagi yang bilang bisa hidup asal bayarnya cash !!
padahal saya tiga bulan yang lalu ngebayarin rotan di pulau lain cash , barangnya hilang, temen saya dari naik mobil jadi naik sepeda , gara gara bayar rotan duluan di pulau lain,
DULU TERMINAL ROTAN jualnya Cash dan ada PPN tetapi tetap laku , jadi yang ini namanya detail , tergantung orangnya , nggak usah di besar besarkan bung !!!, kita harus matang berbisnis bung !!! | ali (July 17, 2011 08:57) rotan cirebon bisa maju lagi.asal eksportir cirebon bisa bayar kontan.dan jujur tentang dalam berbisnis | Direktori Blog (September 21, 2011 21:36) "Bertambahnya negara pesaing, yang bahan bakunya berasal dari Indonesia, berakibat mebel rotan Indonesia kehilangan pasar."
Terus terang saya bingung dengan kalimat tsb di atas. Kalau bahan baku rotannya berasal dari Indonesia, walaupun makin banyak negara lain memproduksi kerajinan rotan, seharusnya Indonesia bisa tetap kompetitif. berarti ada yg dimanipulasi. |
Directory Listing
ACLScertification.com is the leading online acls certification and recertification provider in the world. Simply call 1-800-448-2078 to register today for your acls renewal or certification. http://www.aclscertification.com About Us/A QA Furniture/www.qafurniture.com. Welcome to our Website: www.qafurniture.com. We are Quality Furniture Manufacturer and Exporter since 1990 ... http://site.qafurniture.com Toronto Airport transportation is one of the best Airport Taxi Toronto service. Airport limo Toronto is first class transportation service from Toronto & Pearson. http://www.thetorontolimo.com/ Dubai tour Package - Discover the beauty of Dubai with Dubai tour package with lot of adventure http://www.dubaitourismpackages.co.in Hitop http://www.0769ai.com
Motivation Words
"There are no secrets to success. It is the result of preparation, hard work, and learning from failure."
|
Customer Support
 2 visitors online
|