![]() |
Industri Nasional “Terjajah” Kebijakan DomestikKetika Indonesia mulai memasuki era industrialisasi yang mulai digulirkan sekitar 1970-an, sebenarnya sudah berada pada rel yang benar. Saat itu, pembangunan industri nasional dimulai dengan pendirian pabrik baja PT Krakatau Steel di Cilegon. Pabrik baja merupakan mother intustry bagi sektor lainnya seperti transportasi, manufaktur, properti, infrastruktur, otomotif hingga peralatan rumah tangga yang paling sederhana. Pabrik baja menjadi penopang dalam pengembangan sektor manufaktur. Namun sayangnya, belakangan arah kebijakan pengembangan industri menjadi tidak jelas. Lihat saja, sektor industri terus dibebani berbagai pungutan dan pajak-pajak yang kadang tumpang tindih membuat daya saing menjadi lemah. Berbagai pungutan liar sejak barang keluar dari pabrik hingga menuju pelabuhan ekspor kian membebani pengusaha. Perlindungan hak atas kekayaan intelektual juga sedemikian lemah sehingga membuat industri ogah melakukan riset. Di sisi lain, pasar domestik seolah dibiarkan kebanjiran produk impor ilegal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan mutunya. Sumber-sumber bahan baku dan energi yang merupakan aset dasar dari pembangunan industri manufaktur ternyata justru lebih banyak dinikmati negara lain yang notabene merupakan pesaing di pasar ekspor. Arah kebijakan pengembangan industri nasional hanya terlihat indah dan bagus di dalam buku tebal yang tersimpan rapi di laci meja para pengambil keputusan. Faktanya, sampai sekarang industri manufaktur nasional masih sangat bergantung pada bahan baku impor dan berdaya saing lemah akibat berbagai faktor tadi. Analisis sektor industri Mudrajad Kuncoro mengungkapkan berdasarkan hasil survei, industri manufaktur yang berorientasi ekspor bahkan harus menyisihkan dana sekitar Rp 3 Triliun per tahun untuk uang pelicin. “Uang ini dipakai untuk a.l membayar pungli, upeti dan biaya ekstra lainnya. Lokasi yang dituding rawan pungli terutama jalan raya dan pelabuhan,” katanya.
Gejala deindustrialisasi yang ditandai dengan penurunan peran industri dalam perekonomian secara menyeluruh, mulai merayap di sentra-sentra industri utama, khususnya di Jawa. Berdasarkan data Departemen Industri, hingga kuartal I/2007, sebagian sektor industri tumbuh melambat seperti industri makanan, minuman, dan tembakau, tekstil dan produk tekstil, barang kulit dan alas akaki, pupuk, kimia dan barang karet, logam dasar, besi dan baja, kerajinan rotan, bahkan industri kayu dan hasil hutan mencatat pertumbuhan negatif. KomentarBelum ada komentar untuk artikel ini.Tulis KomentarDirectory Listingacls online renewal (12/20/2011)ACLScertification.com is the leading online acls certification and recertification provider in the world. Simply call 1-800-448-2078 to register today for your acls renewal or certification. A QA Furniture/QA Furniture Com (12/08/2011)About Us/A QA Furniture/www.qafurniture.com. Welcome to our Website: www.qafurniture.com. We are Quality Furniture Manufacturer and Exporter since 1990 ... Airport limo Toronto (12/08/2011)Toronto Airport transportation is one of the best Airport Taxi Toronto service. Airport limo Toronto is first class transportation service from Toronto & Pearson. Dubai tour Package (12/08/2011)Dubai tour Package - Discover the beauty of Dubai with Dubai tour package with lot of adventure liu (12/08/2011)Hitop Motivation Words"Biasakanlah untuk berpikir bahwa sukses hanya tinggal selangkah lagi dan pasti akan diraih, niscaya masa depan yang cerah akan ada di depan Anda." |
SponsorLatest Blog EntriesRecent Responses |