Larangan Ekspor Beras sampai Akhir 2008
JAKARTA: Pemerintah tidak mengizinkan ekspor beras hingga akhir tahun ini guna memenuhi kebutuhan pangan di Tanah Air. "Pelanggaran peraturan Departemen Perdagangan tentang larangan ekspor beras itu, akan diberikan sanksi hukum," ujar Mentan Anton Apriyantono kepada Bisnis di Jakarta, kemarin. Menurut dia, pemerintah ingin memfokuskan diri memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. "Stok beras di Perum Bulog, belum melebihi 3 juta ton. Jika ada apa-apa kita akan kesulitan," tuturnya. Dia menambahkan jika ada daerah yang mengalami surplus, beras akan diantarpulaukan ke daerah yang minus dan untuk menambah stok. Misalnya surplus beras di daerah lumbung pangan [Sulsel], dapat diantarpulaukan untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Sulsel setiap tahun (termasuk saat ini) surplus beras 1,3 juta ton beras. Kabarnya, dalam satu rapat yang digelar di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, Jumat, Pemprov Sulsel berencana melakukan ekspor beras. Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga meminta agar Sulawesi Selatan pada 2008 menghasilkan surplus produksi beras dua juta ton dari sekitar 1,3 juta ton surplus yang dicapai tahun lalu. Namun Wapres meminta agar rencana Sulsel mengekspor beras 120.000 ton ditunda dulu karena dengan surplus 1,3 juta ton hingga 1,5 juta ton belum aman untuk mengekspor. "Kalau surplus sudah 3 juta ton, baru aman untuk mengekspor," ujar Wapres. Mentan mengatakan Indonesia sudah saatnya tidak hanya memikirkan swasembada pangan, pemerintah juga memikirkan bisa mengekspor. Bisnis.com
Wah, sepertinya wapres sedang giat-giatnya meningkatkan perekonomian daerah asalnya, mulai dari kebijakan ekspor bahan baku rotan karena Sulawesi paling banyak rotan, kemudian bandara Internasional Hasanuddin di Makassar yang harus selesai tahun 2009, dan ekspor beras dari Sulawesi, padahal daerah lain di Indonesia masih banyak yang kekurangan. Hebat sekali idenya, pada saat kemiskinan meningkat, beras impor masih banyak dalam beberapa tahun ini, masih saja memikirkan daerah asalnya agar cepat berkembang, walaupun daerah lain kesulitan mendapatkan beras, dan akhirnya harga beras akan naik. Nanti jika ekspor beras dilaksanakan, pasti akan banyak sekali eksportir beras Sulawesi, pasti banyak sekali manipulasi data yang memperlihatkan persediaan beras di dalam negeri masih cukup. Seperti halnya rotan, kelangkaan bahan baku rotan untuk produk ekspor terjadi di sentra-sentra industri kerajinan rotan. Walaupun terjadi, tetap saja pemerintah tutup mata dan telinga, yang penting Sulawesi tumbuh perekonomiannya. Janjinya akan dilarang sampai akhir 2008, nanti pada saatnya, akan ada berita ternyata Sulawesi belum siap untuk ekspor kerajinan rotan, masih ingin ekspor rotan mentah. Padahal sudah disiapkan waktu selama 3 tahun sejak 2005.
Posted by Tonton Taufik on April 28, 2008 | 1 comments
Komentar
An\'im_thp41 (April 29, 2008 12:01) saya rasa keputusan pemerintah jika mengekspor beras kurang bijak, mengingat kebutuhan lokal (penduduk) Indonesia tidak dapat dipastikan tiap bulannya, apalagi di isukan bahwa harga ekspor beras naik. Banyak petani yang merasa dirugikan alias tidak untung mengingat biaya produksi yang tinggi dan tidak sepadan dengan harga beli yang telah di tetapkan oleh bulog yang masih di bawah rata-rata dari biaya produksi beras petani.
Meskipun diprediksikan bahwa beras pada tahun ini surplus, tapi coba lihat banyaknya bencana yang melanda tanah air kita, banyak korban yang kehilangan mata pencahariannya misalnya para petani, nelayan dan mereka yang menggantungkan hidupnya dengan alam, mereka juga butuh makan, butuh pangan, so surplus beras sebaiknya buat cadangan bukan untuk di ekspor. Bahkan cuaca yang tidak menentu juga dapat mengakibatkan pengurangan jumlah produksi beras dalam negeri sehingga para petani beras merugi.
Sebaiknya pemerintah jangan hanya mementingkan keuntungan materiel saja, tapi kesejahteraan masyarakat juga harus diperhatikan mengingat betapa susahnya mencari makan di era spt sekarang ini!! Perhatikan nasib rakyat yang miskin yang masih kekurangan pangan yang sangat membutuhkan uluran tangan kita, khususnya perhatian penuh dari pemerintah. Mana janji pemerintah yang akan mengayomi dan menghidupi fakir miskin dan anak-anak terlantar??!! katanya itu tanggungan pemerintah?! buktinya masih banyak tuh yang diterlantarin!! Jangan mikir jabatan dan gaji besar, tapi tanggungjawab dan amanah juga harus dilaksanakan!! demi tercipatnya Indonesia yang makmur dan sejahtera.. |
Directory Listing
the pharmacological effects of the concentrated pawpaw juice http://www.yuanhuabio.com The Loans Helpline will compare the entire Loans market to find you the best Loan Quotes. http://www.theloanshelpline.co.uk Alternative fuel source for the fossil fuel by making use of the oil extracted from jatropha curcas seeds, which is then converted into biodiesel for industrial and automotive uses. http://www.jatrophacurcasbiodiesel.com Sales & Service Computer, Installation Wi-Fi, LAN, etc http://computerstoreonline.blogspot.com special handmade batik with unique motif,colour and style http://www.ethnic-batik.com
Motivation Words
Don't let the fear of the time it will take to accomplish something stand in the way of your doing it. The time will pass anyway; we might just as well put that passing time to the best possible use.
|
 12 visitors online
|