Membangkitkan Kembali Industri Mebel Rotan


Krisis global saat ini bagai pukulan telak bagi industri mebel di Indonesia, khususnya bagi industri mebel rotan. Bagaimana tidak, permasalahan ekspor bahan baku rotan berdasarkan SK Menperdag No.12/M-DAG/Kep/6/2005 yang membuat sebagian industri rotan gulung tikar belum usai, kini masalah market yang lesu akibat krisis membuat industri rotan semakin banyak yang gulung tikar. Dari data AMKRI (2008), sebanyak 425 industri rotan sebesar 30% gulung tikar (144 industri), dengan penurunan nilai ekspor 347 juta dolar AS (tahun 2005) menjadi 319 juta dolar AS (tahun 2007).

Dengan dibukanya kran ekspor bahan baku rotan, bahan baku yang dibutuhkan industri rotan dalam negeri menjadi terhambat, kebutuhan bahan baku rotan tak mampu terpenuhi. Hanya industri rotan yang bermodal besar yang bisa order bahan baku untuk beberapa bulan kedepan, sedangkan industri sekala sedang dan UKM jadi kelimpungan.

Kejayaan Mebel Rotan

Ahli rotan, Janumirno (2000:19) mengatakan bahwa pada abad ke-18, Indonesia telah menjadi pelopor dalam penyediaan produk rotan dunia, yakni hampir 80% keperluan dunia dipasok dari Indonesia. Hal ini diperkuat dengan ungkapan Yuzura Yamakawa (2006) seorang pengusaha asal Jepang yang bergaul dengan industri rotan puluhan tahun di Indonesia, bahwa potensi rotan di Indonesia sekitar 85% dan terbesar di Indonesia dan merupakan satu-satunya negara yang mampu menyediakan bahan baku rotan dengan kapasitas terbesar dan nomor satu di mancanegara.

Indonesia mulai mengenal industri pengolahan rotan pada tahun 1968 sampai 1973, dan berkembang pesat sekitar tahun 1988, setelah ada peraturan pelarangan ekspor bahan baku rotan dan barang rotan setengah jadi. Pada tahun tersebut, mebel rotan Indonesia mulai “berlenggak-lenggok” di tengah persaingan pasar global.

Dampak dari pelarangan ekspor bahan baku rotan sangat luar biasa, yaitu meningkatkan devisa dan merebut dollar. Menurut Soefijanto, dkk (1988: 15-16), pada masa pelarangan eskpor bahan baku rotan, mebel rotan Indonesia pun telah menumbangkan banyak pesaing dari negara-negara yang selama ini menikmati bahan baku rotan dari Indonesia, seperti Taiwan.

Diversifikasi Produk

Langkanya bahan baku rotan diantisipasi oleh para pelaku industri mebel dengan melirik ke bahan baku rotan sintetis. Bahkan dari pemantuan pada dua tahun event international IFS-Singapore, IFFINA-Indonesia dan Trade Expo Indonesia (2007-2008), mebel dengan campuran rotan sintetis cukup diminati oleh para buyer. Selain harganya lebih miring, bahan bakunya dapat diperoleh sesuai kebutuhan dan desain yang ditawarkan lebih bervariasi. Menggunakan rotan sintetis dapat diaplikasikan untuk produk indoor dan outdoor, sedangkan menggunakan rotan untuk outdoor kurang tahan lama dan perlu perawatan yang khusus.

Bahkan perkembangan saat ini, banyak produsen rotan sintetis telah mampu memproduksi rotan sintetis serupa dengan bahan baku rotan aslinya. Dengan demikian industri mebel rotan dapat menggunakanya untuk desain yang lebih bervariatif. Kondisi tersebut di satu sisi adalah mempertahankan industri rotan untuk tetap survive, namun di sisi lain industri rotan asli yang menjadi kebanggan kita akan punah.

Strategi pengembangan

Melihat kondisi di atas, sempat kami berdiskusi dengan pengurus CEFED (Center for Furniture Design and Development) dalam menghadapai permasalahan tersebut. Selama masalah kebijakan ekspor bahan baku rotan masih diberlakukan, perlu juga kiranya memikirkan market campaign mengenai mebel rotan alami. Hal ini dapat bekerjasama dengan international institution untuk membangun market education dengan membangun opini bahwa mebel rotan asli yang berkualitas adalah mebel rotan Indonesia.

Market campaign ini juga harus didukung pemerintah dengan pemanfaatan mebel rotan dalam negeri, baik itu di kantor pemerintahan, mensuplai kebutuhan real estate dan tempat-tempat strategis lainya.

Oleh karena itu, kita perlu memperkuat SDM dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, sehingga tenaga kerja kita lebih terampil dan kompeten. Dengan kompetensi SDM, akan berdampak pada efisiensi yang memberikan nilai produk kita lebih tinggi, lebih inovatif, lebih kompetitif dan mampu berdaya saing dengan produk dari negara lain.

Agar produk rotan kita dapat memiliki added value, kita harus mampu pula meningkatkan desain produk kita. Beberapa desainer lokal maupun internasional kita koordinir untuk memberikan pencerahan terhadap desain rotan yang marketable. Selanjutnya, desain yang mereka buat dapat diberikan kepada beberapa industri untuk dapat diproduksi agar dapat diterima oleh pasar.

Keikutsertaan pameran internasional yang tepat juga sangat bermanfaat dalam kondisi saat ini, karena buyer sedang menunggu dan melihat kondisi yang perlahan pulih ini untuk mencari beberapa industri mebel yang tetap eksis.

Selain hal di atas, pengembangan market sangat penting. Bisa dibantu oleh pemerintah dalam membentuk market intelegent dan membuka peluang-peluang kerjasama terutama di negara Afrika, Rusia, Timur Tengah dan beberapa negara lainya oleh Atperindag dan perwakilan Diplomatik di luar negeri.

Di luar dari hal yang saya sebutkan di atas, masalah pemberhentian ekspor bahan baku rotan harus tetap terus diperjuangkan, mengingat perjuangan yang telah dilakukan AMKRI sudah cukup jauh.

Ada pepatah yang mengatakan, setiap masalah ada jalan keluar, setiap konflik ada solusinya dan setiap krisis mengandung peluang. Semoga di dalam krisis global saat ini, memang masih ada peluang bagi kita untuk dapat kita gunakan, agar industri mebel rotan kita terus berkembang dan kembali menjadi leader di pasar global.

* Safrinal Sofaniadi, ST., MSi, adalah alumnus S2 Lingkungan dan Perkotaan Unika Soegijapranata dan Head of Office di Center For Furnitur Design and Development (CEFED) Indonesia.
Posted on November 01, 2011 | 1 comments

Komentar

Tomy Gutomo (December 03, 2011 12:06)
saya sampai saat ini akan tetap yakin bahwa kerajinan rotan alami tidak akan punah dan memiliki pangsa pasar tersendiri.
pertama dalam sisi lingkungan hidup untuk bahan baku rotan merupakan bahan baku alami alternatif pengganti kayu untuk pembuatan mebel. sehingga mengurangi penggunaan kayu sebagai bahan baku utama. rotan merupakan hasil hutan dalam kategori hasil ikutan. pertumbuhan rotan lebih cepat dipanen dibandingkan pohon inang penghasil bahan baku kayu. Pemerintah harus berani mengembangkan koperasi sebagai BULOGnya bahan Baku Rotan didaerah-daerah penghasil bahan baku rotan tersebut untuk menampungnya. agar petani memiliki kenyamanan jual.

Kedua dalam segi design untuk mebel dari rotan alami memiliki karakteristik dan nilai aura seni bawaan yang berbeda dengan mebel kayu jati dan lainnya. sisi ini lah yang sangat menarik bagi saya mempelajari dan mengembangkan desain dalam dunia rotan furniture. Pelatihan Design Development Organisation (DDO) tahun 2004 yang saya lalui tanpa kelanjutan wadah Organisasi-nya di Cirebon.

Ketiga dalam sudut usaha kecil menengah (UKM) yaitu kerajinan rotan termasuk kategori home industri dan
bukan Industri rotan semata. kesalahan besar telah dilakukan beberapa bank pemerintah dan swasta kepada industri rotan, akibatnya home industri(pengrajin) ini di krangkeng untuk bantuan kredit UKM dan termasuk KOPERASI ROTAN pun mengalami hal yang sama.

Ke-empat: Tidak adanya Satu Organisasi Rotan Yang menjadi IMAM untuk para pengrajin,pengusaha bahan baku dan exportir. sebagai gambaran anda lihat organisasi saat ini di Cirebon adanya AMKRI, ASMINDO,KOPERASI,GRI dll. Organisasi yang mana sebagai Imamnya? akankah terus berkelompok seperti sekarang ini tanpa duduk bersama. membicarakan solusi dan melakukan langkah terbaik. dan bukan berkoar rencana belaka. lihatlah frustasinya pekerja dan pengrajin yang beralih pada bidang usaha lain.selain rotan furniture. akankah ada order tanpa pengrajin sub-kontrak. ini realitanya.

Kita begini karena diri kita sendiri. ubah dari sekarang tanpa kata terlambat. kita harus yakin natural rattan furniture indonesia tetap akan mendapat pangsa pasar yang baik dari tahun lalu. karena kita bukan penyumbang limbah plastik. kita adalah GO-Green furniture sebenarnya.

Alumni Teknik Lingkungan '92 ATPU/UNWIM BANDUNG
 

Tulis Komentar

Nama Anda :


Email :
(wajib diisi, tapi tidak dipublikasi)

Website :
(jika ada)

Komentar Anda :


Kode Input :
Masukkan Kode Input :

Directory Listing

acls online renewal (12/20/2011)

ACLScertification.com is the leading online acls certification and recertification provider in the world. Simply call 1-800-448-2078 to register today for your acls renewal or certification.
http://www.aclscertification.com

A QA Furniture/QA Furniture Com (12/08/2011)

About Us/A QA Furniture/www.qafurniture.com. Welcome to our Website: www.qafurniture.com. We are Quality Furniture Manufacturer and Exporter since 1990 ...
http://site.qafurniture.com

Airport limo Toronto (12/08/2011)

Toronto Airport transportation is one of the best Airport Taxi Toronto service. Airport limo Toronto is first class transportation service from Toronto & Pearson.
http://www.thetorontolimo.com/

Dubai tour Package (12/08/2011)

Dubai tour Package - Discover the beauty of Dubai with Dubai tour package with lot of adventure
http://www.dubaitourismpackages.co.in

liu (12/08/2011)

Hitop
http://www.0769ai.com

Motivation Words

Ada dua penyebab kegagalan, yaitu berpikir tanpa bertindak dan bertindak tanpa berpikir.

Sponsored Sites



Forum Indonesia Menggugat
Customer Support
Customer Support EII


5 visitors online

  eXTReMe Tracker We accept Paypal BCA