Pertumbuhan Ekspor Bakal Minus 5 Persen
Pertumbuhan ekspor nasional tahun ini diperkirakan minus sekitar lima persen sehingga perlu dicari terobosan baru di tengah dampak krisis global yang makin terasa. "Tahun ini kita tidak usah berharap banyak kepada kegiatan ekspor karena pertumbuhannya hanya bisa maksimal minus 5 persen," kata Direktur Eksekutif Econit Advisory Group, Hendri Saparini, saat peluncuran buku "Ekonomi Konstitusi", di Jakarta, Rabu (18/3). Menurut Hendri, dalam kondisi seperti sekarang ini sebagian besar produk ekspor adalah produk primer yang harganya sudah merosot sejak pertengahan tahun 2008. Ia menjelaskan, sejak Juli 2008 ekspor produk perkebunan sudah merasakan tanda-tanda krisis lebih dulu dengan merasakan turunnya harga komoditas pertanian dan perkebunan. "Penurunan komoditas perkebunan termasuk bahan tambang sudah tergerus jauh sebelum krisis, sehingga sangat wajar jika ekspor pertumbuhannya tertekan," tandasnya. Karena itu, diutarakan Hendri, harus bisa mengoptimalkan ekspor setiap kelompok barang yang spesifik tetapi bukan ekspor bahan baku. "Karena ekspor kita banyak juga mengeksploitasi sumber daya alam, sehingga kita tekankan pada ekspor yang value added-nya tinggi," tegasnya. Ia berpendapat, sesungguhnya produk-produk Indonesia tidak bisa dikatakan tidak kompetitif, hanya saja daya saingnya harus lebih maksimal lagi. Jadi harus ada langkah spesifik khusus untuk setiap kelompok barang seperti industri kerajinan, industi makanan harus harus ada kelas dan tujuan ekspornya. "Ini yang dilakukan Thailand, yaitu strategi offensif terhadap industri makanan sehingga dapat menggerakkan sektor lainnya," katanya. Negara tujuan ekspor yang bisa menerima produk-produk Indonesia harus dipertegas karena sejumlah negara melakukan pengawasan terhadap produk makanan yang luar biasa ketat. "Tetapi kan ada negara-negara yang lain, semestinya kita melakukan identifikasi dan strateginya lebih detail," katanya.
Posted on March 18, 2009 | 5 comments
Komentar
Patio Furniture (March 18, 2009 11:39) Ya, setuju.....seharusnya semua ekspor bahan baku distop sementara untuk kepentingan perekonomian rakyat Indonesia. Dan bisa mendapatkan devisa lebih banyak, kan jual barang jadi, pengangguranpun bisa berkurang.... | wawan (March 19, 2009 21:33) Sudah saatnya belajar dari negara-negara lain yang bisa impor produk makanannya ke Indonesia. | Lio Collection (March 29, 2009 21:10) Kita harus membuat organisasi,untuk memcari solusi tentang perubahan ekonomy dunia | wahyudiarto (July 06, 2009 22:24) Gimana export kita gak minus, kita yang exporter selalu saja dipersulit, bukannya di bina tapi dibinasakan, barang kita (yang jelas secara defacto dan deyure) jadi dimusnahkan. Hanya karena harus re import, karena barang salah label, urusannya panjang banget, urus APIT lah, SPRlah , dan lain-lain. Padahal suruh sumpah pocong dunia akherat kita tanggung jawab. Mestinya pabrik masih bisa jalan, denga 56 karyawan, sekarang jadi bangkrut. Gara-gara Bea Cukai. Padahal kalau mereka memang mau tegakkan aturan penyelundupan gak marak kayak gini. Exporter yang bener2 berjuang buat devisa bagi negara, mengurangi angka pengangguran didholimi. Jadi pada bangkrut. | Indonesian Furniture - JeparaWoodFurniture (August 01, 2009 03:22) Sepakat buat pak wahyudiarto. Sekedar tulis menulis pak, Indonesia dengan beragam budaya dan sektor pariwisata tentulah sangat menarik pengujung manca negara untuk datang ke Indonesia. Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh beberapa buyer saya yang dari italy, sebelum mereka memulai bisnis furniture dengan saya beliau senantiasa menghabiskan masa liburannya di bali namu beliau sempat berkata kepada saya kalau saya tidak punya uang lebih maka saya tidak bisa ke bali terus terusan, dari situlah dia mulai mengenal bali dengan berbagai produk yang bisa dijual di negaranya salah satunya furniture, setelah sekian lama trading dengan furniture company di bali dia menginginkan harga yang lebih murah dari bali dengan qualitas super. Sampai akhirnya bertemu dengan saya.
Setidaknya hal yang paling dicermati bahwa indonesia mempunyai sumber daya alam yang begitu kaya namun sayangnya kurang dioptimalkan. Seperti halnya dengan TKI yang disebut sebut sebagai "PAHLAWAN DEVISA" seharusnya mereka tidak pergi ke luar sana lantaran negara sendiri tidak memberika harapan.
Jikalau export Indonesia ke manca negara lancar, bagus, dan meningkat. Tentunya lapangan kerja akan diserap lebih banyak oleh para exporter. Dan tentunya pula TKI akan lebih sedikit karena mereka telah memperoleh penghasilan di negeri sendiri. Hm..saya jadi kasihan dengan para TKI yang bertaburan di negeri orang.
untuk kasus pak wahyudiarto SEMANGAT TERUS PAK banyak jalan menuju ROMA. saya juga pernah bangkrut pak..he..he..
WARM REGARDS
mari berdayakan pengganguran |
Directory Listing
ACLScertification.com is the leading online acls certification and recertification provider in the world. Simply call 1-800-448-2078 to register today for your acls renewal or certification. http://www.aclscertification.com About Us/A QA Furniture/www.qafurniture.com. Welcome to our Website: www.qafurniture.com. We are Quality Furniture Manufacturer and Exporter since 1990 ... http://site.qafurniture.com Toronto Airport transportation is one of the best Airport Taxi Toronto service. Airport limo Toronto is first class transportation service from Toronto & Pearson. http://www.thetorontolimo.com/ Dubai tour Package - Discover the beauty of Dubai with Dubai tour package with lot of adventure http://www.dubaitourismpackages.co.in Hitop http://www.0769ai.com
Motivation Words
"Sesuatu yang besar tidak bisa dicapai tanpa semangat"
|
Customer Support
 2 visitors online
|